|
CNN sebagai kantor berita terkemuka meluncurkan sebuah event berjudul CNN Heroes yang di dalamnya terpilih 10 orang dari seluruh dunia yang sudah ‘disaring’ oleh para juri untuk di nominasikan menjadi ‘pahlawan’ yang berkontribusi besar di bidang kemanusiaan.
Dimulai dari tanggal 1 Januari 2009, CNN meminta pemirsanya untuk ‘mencalonkan’ seseorang yang kiranya bisa menjadi kandidat CNN Heroes atas kontribusinya di bidang humanitaria. Dari hasil itulah di dapat 9000 orang yang kemudian di seleksi menjadi 28 orang dan akhirnya di dapatkan 10 orang yang dianggap memiliki peran besar. Yang membanggakan, salah satu dari 10 orang yang terpilih merupakan orang Indonesia. Dia adalah Budi Soehardi, seorang mantan pilot dari salah satu penerbangan internasional yang berjuang mendirikan panti asuhan bagi anak-anak korban konflik di Timor Timur. Banyak dari anak-anak itu yang kehilangan orang tuanya yang menjadi korban dalam konflik, namun tidak banyak pula para orang tua yang tidak menginginkan anak-anak itu dan menyerahkan mereka pada panti asuhan yang diberi nama ‘Roslin Orphanage’ itu. Pada awalnya keluarga Soehardi yang saat itu masih bermukim di Singapura merencanakan untuk mengadakan liburan keluarga, namun saat mereka menyaksikan penderitaan anak-anak korban konflik di televisi yang kebanyakan tinggal di dalam rumah kardus dan tidak memiliki sanitasi. Keluarga ini kemudian merubah rencana mereka, “Mengapa tidak mengadakan liburan yang berbeda dari yang biasanya?,” Dan mereka berangkat ke Timor Barat untuk melihat secara langsung kehidupan dari anak-anak itu. Dengan donasi finansial, sumbangan makanan, pakaian dan perlengkapan juga bantuan dari teman-teman dan sukarelawan, keluarga Soehardi berangkat ke Timor Barat untuk mengantarkan persediaan 40 ton makanan, perlengkapan medis dan keperluan kamar mandi untuk para pengungsi Timor Timur tersebut. Keluarga Soehardi bertekad bahwa daerah Timor Barat bisa dijadikan tempat untuk membangun panti asuhan. Berawal dari 3 buah kamar dan terus bertambah menjadi 9 kamar dan akhirnya sebuah gedung panti asuhan berhasil berdiri di tanah Timor Barat. Pada April 2002, panti asuhan ini resmi dibuka dan menyediakan rumah bagi 4 orang anak. Sejak saat itu pemukiman itu telah berkembang untuk menyediakan pendidikan gratis, pakaian, tempat tinggal dan makanan bagi 47 orang anak dari segala usia, dari yang baru lahir sampai seusia mahasiswa. Setengah dari penghuninya lebih muda dari 8 tahun. Saat ini mereka juga sudah mampu memproduksi beras sendiri, walau tanah yang mereka jadikan tempat untuk bermukim dan sekitarnya adalah tanah yang bisa dikatakan mustahil untuk ditanami padi. ‘menghadapi tantangan’ begitulah yang dikatakan oleh Soehardi sehingga tanah mereka mampu ditanami padi, tidak ada yang mustahil jika dicoba. Soehardi yang saat ini tidak lagi bekerja sebagai pilot, sedang berjuang untuk tetap bisa mencukupi segala kebutuhan ke 47 anak asuhnya. Baginya tidak ada perbedaan kasih sayang yang ia berikan terhadap ke tiga anaknya dan anak-anak asuhnyam, bahkan salah satu anak asuhnya ada yang sedang berkuliah di fakultas kedokteran. Jika saja banyak orang-orang yang peduli akan keadaan anak yatim piatu dan terlantar, baik di daerah konflik atau tidak, mungkin kehidupan anak-anak itu akan menjadi lebih baik. Cinta kasih Soehardi dan keluarganya merupakan wujud kepedulian antar sesama demi kepentingan kemanusiaan yang patut di tiru dan tidak heran, dengan segala perjuangannya, Soehardi layak di nominasikan sebagai CNN heroes. |