Tim Olimpiade Fisika Indonesia Sabet Emas di Ajang Internasional
Ditulis Oleh Administrator   
Selasa, 27 Juli 2010

Kabar membanggakan datang dari Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) yang berlaga pada Olimpiade Fisika Internasional 2010 di Zagreb, Kroasia. Tidak tanggung-tanggung, Tim yang dikomandani alumnus TOFI Hendra Kwee ini berhasil menyabet empat medali emas.

Keberhasilan tersebut semakin mengharumkan nama pelajar Indonesia di kancah olimpiade internasional setelah pekan lalu tim Indonesia juga berprestasi di International Biology Olympiad 2010 di Korea Selatan. Kelima pelajar Indonesia yang meraih medali emas itu adalah Christian George Emor (SMA Lokon St Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten), Kevin Soedyatmiko (SMAN 12 Jakarta), serta Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan, Madura, Jawa Timur). Sementara medali perak ikut disumbangkan oleh  Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (SMAN 1 Yogyakarta).

Olimpiade Fisika Internasional (OFI) sendiri merupakan sebuah kompetisi fisika tahunan untuk pelajar Sekolah Menengah Atas. OFI ini merupakan salah satu dari olimpiade sains internasional yang diadakan pertama kali pada tahun 1967 di Warsawa, Polandia. Indonesia pertama kali mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ini  pada tahun 1993 yang diselenggarakan di Amerika Serikat dengan mengirimkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI).

Prestasi yang diraih para pelajar kali ini merupakan sebuah  peningkatan yang luar biasa.

Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia Hendra Kwee PhD mengatakan, prestasi yang diraih para pelajar ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Saat Olimpiade Fisika Internasional ke-40 di Merida, Meksiko, tahun lalu, Indonesia hanya meraih satu medali emas, tiga perak, dan satu medali perunggu. Ditambah lagi peserta Olimpiade kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu berjumlah 376 pelajar dari 82 negara, dengan banyaknya pelajar-pelajar yang berprestasi ini berarti penilaian kompetisipun semakin ketat.

Prestasi yang dicapai oleh pelajar Indonesia ini  merupakan buah dari pembinaan intensif di Surya Institute selama delapan bulan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Surya Institute merupakan yayasan yang didirikan Yohanes Surya sebagai tempat penggemblengan wakil-wakil Indonesia di Olimpiade Fisika Internasional. Baik latihan soal, kecermatan, maupun latihan-latihan lainnya dilatih secara maksimal.

Yohanes Surya, selaku pembina tim, mengatakan, beragamnya asal siswa yang meraih prestasi bergengsi ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia sebenarnya mampu berprestasi di tingkat internasional. Bahkan, di kalangan internasional, pelajar Indonesia termasuk yang disegani.

Yohanes juga yakin  jika tidak hanya pelajar di kota-kota besar yang bisa berprestasi, karena pada kenyataannya, pelajar dari luar  Jawa dan bukan dari kota besar juga bisa berprestasi di tingkat internasional jika mendapat pembinaan yang baik.

”Yang penting kini adalah melakukan pembinaan yang baik terhadap siswa-siswa berbakat dan berprestasi,” ujarnya.

 

[Ditulis dari berbagai sumber]

 

 

Komentar
BaruCari
Hanya User yang teregistrasi dapat menulis komentar!
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
     
   Copyright ©2007 Bangga Indonesia.