Gamelan: Kesenian, Kecintaan, dan Kejayaan (2)

Lanjutan…

Meski harus melalui banyak rintangan dan pengorbanan, Ph.D. dari Cornell University berhasil ia kukuhkan. Adjunct Profesor dan mengajar Teori Sejarah dan Kesenian Indonesia resmi digenggamannya. Bahkan buah karyanya yang berjudul Gamelan: Cultural Interaction and Musical Development dirilis di Amerika Serikat pada 1995. Buku menunjukkan kecintaannya terhadap kesenian dan budaya Indonesia ini akhirnya dirilis di Indonesia pada 2003.

Hingga kini, Profesor pernah menjabat Kepala Departemen Musik di Wesleyan University, masih mengajar dan berkeliling dunia menyebarkan kesenian tradisional Indonesia. Hebatnya lagi, meski puluhan tahun tinggal di negeri orang, kecintaannya pada budaya Indonesia sedikitpun tidak berkurang. Prof. Sumarsam hampir selalu mengonsumsi nasi, singkong, dan tempe. Wow!

Indonesia bangga padamu, Prof. Sumarsam. Terima kasih atas jasa dan dedikasimu untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa.

Sebagai generasi muda, jangan pernah kita lupa dengan budaya bangsa! Hanya karena ingin menggapai asa. Kecintaan dan tekad Prof. Sumarsam dalam membesarkan budaya tradisional Indonesia seharusnya menginspirasi kita dalam mewujudkan cita-cita. Jadilah berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa. Ayo kita buat Indonesia bangga!

 

Salam Bangga Indonesia!

 

 

(Dari berbagai sumber)

Gamelan: Kesenian, Kecintaan, dan Kejayaan (1)

Gamelan

Rela jauh dari keluarga, demi melepas dahaga. Sumarsam muda harus melanglang buana, menyulam cinta menjadi cita-cita. Sejak usia 7 tahun, Gamelan mulai menuntun, kecintaannya mulai terbangun. Ia tumbuh diiringi dentuman Gamelan yang ia tabuh. Berkelana jauh dari desa untuk menggapai asa. Seringnya berkeliling bersama rombongan mengasah mentalnya dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan.

Continue reading

Menuju Kibaran Merah Putih di F1

F1, ajang adu pacu ‘jet darat’ super cepat ini selalu memukau setiap mata yang melihat. Gengsi setiap pembalap, tim, dan negara kontestan dipertaruhkan. Semua berlomba memuncaki posisi demi meraih supremasi. Tentunya kita pernah membayangkan seorang anak bangsa berdiri dengan penuh kebanggaan, seketika Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya menggelegar. Kini, bersiaplah karena bersama seorang putra bangsa masa itu akan segera tiba.

Continue reading

Bagteria: Menjinjing Indonesia ke Puncak Dunia

Fashion telah menjadi simbol gaya hidup dan strata setiap insan. Selebritis papan atas dunia sebagai trendsetter selalu menjadi sorotan bersama atribut fashion bermerek yang mereka kenakan. Selama ini merek-merek fashion papan atas yang berjaya di dunia hanya itu-itu saja, sebut saja Louis Vuitton, Chanel, Gucci, Prada, Longchamp, dan lain-lain. Belum ada merek baru yang berhasil menembus pasar sosialita dunia tersebut, hingga Bagteria datang Paris Hilton yang menjinjing Bagteria. Lalu ada apa dengan Bagteria?

Continue reading

Bangkit Bangsa Lewat Bahasa

Terjangan arus globalisasi membuat sendi bangsa tergerus erosi. Salah satu sendi bangsa tersebut adalah bahasa. Sebagai bangsa Indonesia, kita dipersatukan oleh Bahasa Indonesia. Namun semakin tingginya pengaruh asing di berbagai segi membuat Bahasa Indonesia kehilangan gigi. Bahasa Indonesia mulai jarang digunakan, maka wajar jika ia mulai terlupakan. Tapi, tahukah Kamu bahwa Bahasa Indonesia sudah mulai diakui dan diapresiasi oleh banyak negara? Sadarkah kita betapa populernya Bahasa Indonesia di luar sana?

Continue reading

Keter(b)atasan

Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya, seharusnya bangsa ini sangat berdaya. Bangsa mana yang tak gemetar melihat kekayaan alam yang jelas segar terhampar. Sebagai contoh betapa suburnya tanah kita, kutip saja sepenggal syair grup musik legendaris Indonesia, Koes Plus, kayu ditancap jadi tanaman. Betapa baiknya Tuhan menganugerahkan kita surga dunia yang menawan. Namun semua itu kini hanya jadi isu, saat kita dipaksa membisu oleh para pemburu barat yang sangat bernafsu. Mereka pagari tanah kita seolah-olah kita tak berharta, tak berdaya, seperti hidup dalam neraka.

Continue reading

Putra Mandagi Unjuk Gigi

500 Days of Summer, sebuah film drama romantis yang dikemas secara ringan namun tetap manis. Kamu pasti pernah menontonnya. Film yang dibintangi oleh Zoey Deschannel dan Joseph Gordon Levitt ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, namun juga pemilihan soundtrack yang asik. Banyak musisi atau band kenamaan yang mengisi soundtrack film ini, mulai dari The Smith, hingga The Temper Trap. Ada sebuah kebanggaan untuk band yang terakhir disebut, The Temper Trap. Apa itu?

  Continue reading