Gandhi: Kau Pembohong, Nehru!

Mahatma Gandhi

Sebuah pernyataan yang mengejutkan terlontar dari lidah seorang pemimpin besar, Mahatma Gandhi. Ia marah besar pada Sri Pandit Jawaharlal Nehru yang menutup-nutupi identitas seseorang yang sangat ia kagumi, Mohammad Hatta.

Pada tahun 1947, Wakil Presiden Republik Indonesia kala itu, Mohammad Hatta diutus oleh Presiden Soekarno untuk bertemu dengan Perdana Menteri Nehru di India. Namun, untuk menghindari isu-isu politik yang sedang memanas, Bung Hatta harus memalsukan identitas. Bung Hatta terbang ke India sebagai seorang kopilot bernama Abdullah. Seorang industrialis India yang kemudian menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Perdana Menteri Morarji Desai, Biju Patnaik, mengemudikan pesawat yang mengantarkan Abdullah ke India.

Sesampainya di India, Abdullah langsung menemui sahabat karibnya, Sri Pandit Jawaharlal Nehru yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri. Nehru sempat marah karena Patnaik menyebut Bung Hatta sebagai Abdullah, namun akhirnya Nehru mengerti mengapa sahabatnya itu harus menjadi Abdullah untuk sementara.

Bung Hatta dan Nehru

Keesokan harinya, Abdullah kembali bertemu dengan Nehru untuk meminta bantuan untuk menjaga kedaulatan Indonesia, perihal rencana agresi Belanda yang sebelumnya melanggar perjanjian di Linggarjati. Meski India terbatasi oleh Inggris dalam hal persenjataan, namun Nehru menyatakan India akan membantu Indonesia lewat PBB, dimana India akan mengajak negara-negara lain untuk mengecam tindakan Belanda.

Akhirnya tiba waktu Abdullah untuk bertemu dengan Mahatma Gandhi, seorang pahlawan besar India, seorang pemimpin besar yang sangat dikagumi dunia. Abdullah, Nehru, dan Gandhi mulai tenggelam dalam perbincangan serius. Dalam pertemuan tersebut Gandhi merasa ada sesuatu yang luar biasa dalam diri Abdullah. Gandhi begitu kagum dengan pemikiran Abdullah. Namun, terbatasnya waktu membuat pertemuan mereka harus berakhir.

Pidato Bung Hatta

Abdullah kemudian berpamitan, ia lalu meninggalkan tempat pertemuan. Setelah Abdullah pergi, Gandhi bertanya kepada Nehru siapa Abdullah dan bagaimana latar belakangnya. Nehru akhirnya harus jujur. Ia kemudian memberitahu Gandhi bahwa Abdullah adalah Mohammad Hatta. Gandhi langsung bereaksi, ia terkejut dan marah besar kepada Nehru, “Kau pembohong!” tegas Gandi dengan nada sangat kesal.

Wajar saja jika Gandhi marah kepada Nehru. Kemarahan besar seorang Gandhi yang terkenal bijak itu disebabkan oleh satu alasan, Gandhi sangat mengagumi Bung Hatta dan ingin sekali bertemu dengannya. Ternyata Gandhi sangat mengagumi cita-cita, gagasan, pemikiran, dan kesederhanaan Bung Hatta. Sejak saat itu, dunia tahu bahwa seorang tokoh besar yang dikagumi dunia, Mahatma Gandhi, ternyata sangat mengagumi sosok Mohammad Hatta.

Bung Hatta

Sudah sepantasnya kita bangga pada salah seorang pendiri Indonesia, Bapak Koperasi Indonesia, dan Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga semangat dan ketauladanan telah Bung Hatta wariskan, bisa mengilhami anak-anak bangsa untuk meraih sesuatu yang Indonesia impikan. Kita percaya, bahwa masih banyak ‘Bung Hatta’ lain yang siap membawa Indonesia kembali berjaya.

 

Sumber: ‘Untuk Negeriku’ oleh Mohammad Hatta

  • Taufan Harimurti

    beneran ini, gan? ada fotonya ngga?