Indonesia dan Kapal Siluman Tercanggih Se-Asia Tenggara

TNI Angkatan Laut hari ini akan tampil lebih disegani di lautan dunia. Korps Baju Putih itu akan diperkuat kapal patroli cepat rudal trimaran bernama KRI Klewang.

Pembuatan kapal ini memang sengaja dirahasiakan karena menurut Andi Luqman, Contract Manager, PT Lundin Banyuwangi KRI Klewang adalah kapal siluman yang memiliki anti deteksi radar. Kapal perang yang memiliki panjang 63 meter ini merupakan kapal perang paling canggih dari semua jenis kapal perang yang dikembangkan di Asia Tenggara.

Klewang


Bentuk lambung yang radikal sengaja digunakan untuk memungkinkan kapal ini dapat menembus gelombang sehingga dapat meningkatkan stabilitas, Kapal ini dibangun dengan menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester sehingga lebih ramah biaya operasional dan pemeliharaan.

Trimaran yang menjadi model dari KRI Klewang sendiri berasal dari kepulauan Pasifik dan merupakan jenis kapal multihull atau berlambung lebih dari satu. Bagian kapal terdiri dari lambung utama yang disebut VAKA dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di kanan dan kiri lambung utama yang disebut AMAS.

Jadi memang desain kapal perang Trimaran diambil dari perahu bercadik yang banyak dijumpai di kepulauan Pasifik karena kapal perang konvensional selalu berlambung tunggal atau monohull dan sulit bermanuver di perairan dangkal dan mudah tenggelam.

Kelebihannya kapal multihull antara lain mampu berlayar di laut dangkal, mempunyai kecepatan lebih kencang daripada kapal sejenis yang memakai satu lambung. Lebih ringan, stabil dan tentunya susah untuk tenggelam.

Namun bukannya tanpa cela, model trimaran memerlukan dok yang lebih lebar dengan adanya cadik di kanan dan kiri lambung utama, kecuali cadik tersebut bisa dilipat. Saat bermanuver seperti berbelok, kapal jenis trimaran juga memerlukan ruang yang lebih luas daripada kapal perang konvensional dan juga lambung utama yang lebih kecil yang tentu saja menyusutkan penempatan kabin di dalamnya.

KRI Klewang akan menjadi Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Indonesia. Walau bukan yang pertama di dunia dalam pembuatan kapal perang bermodel desain trimaran, KRI Klewang merupakan satu-satunya kapal perang berbahan komposit serat karbon di Dunia. Pemilihan serat karbon memiliki kelebihan lebih sulit dideteksi

Selain itu, dengan menggunakan komposit serat karbon diharapkan kapal perang berpeluru kendali milik Indonesia mampu memiliki manuver di atas air yang mumpuni, stabil, lincah, ringan namun kuat karena kekuatan serat karbon diyakini memiliki kekuatan 20 kali lebih kuat dibanding baja.

PT. Lundin mendapatkan kontrak pembuatan satu unit kapal perang siluman dari TNI AL pada 2009. Kontrak ini merupakan tindaklanjut dari program riset dan pengembangan yang dilakukan PT. Lundin dan TNI AL pada 2007. Konstruksi kapal mulai dibangun pada 2010 dan dilakukan secara rahasia terkait rancangan dan metode konstruksi kapal.

Walau terjadi insiden kebakaran yang menghanguskan KRI Klewang pertama, pembangunan generasi berikutnya dari kapal ini direncanakan akan dimulai pada tahun ini.

Sumber: kaskus

  • asrudhyka

    slmkum smua aku ni mohammat rudhy and aq bangga sangat dengan tni indonesia dsbab kn tni indonesia mmlk sfat sbar and kbraniannya 2 larrhh aq bgga sngat ngan indonesiaku, bgtupun tentra malaysiaku yg ber daulat, negara yg aq sanjung ds bb kn ktbahan and kykinnya bgtu dlam, dri 2 lrrhh indonesia malaysia mrilah kita sling menghormati menyokong mendukung n saling menghargai satu sma lain hgga akhir nafas kita kn putus, asslkum wrh mtllhi wbrktu, from asrudhyka putra bugis bone yg nyasar d sabah malaysians

  • Vhall Zam

    Terus berkarya indonesia ku..

  • EDDY

    NEGARA INDONESIA ADALAH NEGARA MARITIM HARUS DIPERKUAT UNSUR KEKUATAN KOMPONEN MARITIM YANG BERADA DILAUT , KALAU KEKUATAN LAUT DIPERKUAT NEGARA LAIN AKAN BERPIKIR SERIBU KALI INDONESIA TIDAK DIANGGAP ENTENG MAU TIDAK MAU LAUT MERUPAKAN POROS PEROKONONIAN KEDEPAN. ……..INGAT GAJAH MADA ……..AKU BANGGA INDONESIA KIBARKAN SEMANGAT MERAH PUTIH DIDADAMU