Prestasi Lain Bulu Tangkis Indonesia

Setelah meraih posisi tiga pada Olimpiade Beijing bulan Agustus lalu, Rusia memiliki target baru, meningkatkan prestasi itu di London. Demi mencapai tujuannya, Rusia menempatkan bulu tangkis sebagai salah satu cabang yang diprioritaskan.


Sergei Shakhrai, ketua federasi bulu tangkis Rusia yang juga seorang politikus mengatakan bahwa olah raga bulu tangkis sedang digemari di negaranya. Jika dibandingkan ketika Olimpiade Yunani lalu, Olimpiade Beijing merupakan sebuah langkah serius dari Rusia yang mengirimkan wakil di nomor tunggal putra dan putri.

Bulu tangkis sendiri udah berusia 50 tahun di Rusia, dan dipertandingkan pertama kali di Moskwa pada 1957. meski sudah berusia 50 tahun, di sana, bulu tangkis lebih populer sebagai permainan rekreatif luar ruang.

Namun dengan berlangsungnya olimpiade musim panas, pemerintah Rusia baru mulai memperhatikan olah raga tersebut. Nama pebulu tangkis Rusia, seperti Andrei Antropov, juga sudah berkompetisi di kancah Internasional. Mantan pemain yang kini menjabat sebagai wakil ketua federasi bulu tangkis Rusia ini bernada sama dengan Sergei Shakhrai. “Kami ingin mempopulerkan bulu tangkis di Rusia, saat ini sudah ada 40 tim di kejuaraan pelajar di Moskwa dan saya berharap dapat bertambah.”

Demi meraih ambisinya itu, Rusia mengincar pelatih Indonesia untuk bekerja sama dan melatih pemain Rusia. Pemain-pemain bintang dari Indonesia juga tak luput menjadi incaran Rusia, agar kualitas permainan pemain Rusia bisa meningkat. “Kami berencana mengontrak dua pelatih asing untuk bekerja bersama tim nasional kami,” katanya. “Kami memiliki hubungan yang baik dengan federasi bulutangkis Indonesia dan kami berharap mendapat pelatih dari sana.”

Semangat Rusia mungkin sudah sewajarnya kita jadikan motivasi untuk lebih memajukan dunia bulu tangkis di Indonesia, dan sudah sewajarnya juga kita sedikit berbangga atas prestasi Internasional bulutangkis Indonesia selain perolehan medali dan gelar juara.